JAKARTA - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pujo Nugroho, hadir di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini sekitar pukul 09.20 WIB. KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap kader PKS itu  sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS.

Setibanya di gedung KPK, Gatot mengakui dirinya diperiksa sebagai saksi. "Iya sesuai dengan surat panggilan, saya diminta sebagai saksi untuk kasus LHI," katanya hari ini kepada wartawan sambil membantah adanya aliran uang dari mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sebagaimana dikabarkan, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pudjo Nugroho memenuhi panggilan KPK guna merampungkan proses pemeriksaannya sebagai saksi suap kuota impor daging sapi tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, dan Ahmad Fathanah.

"Saya ditanya sekitar 25 pertanyaan. Pertanyaan normatif adalah apakah dalam keadaan sehat jasmani rohani atau dalam keadaan tertekan dan sebagainya. Kemudian data pribadi," ujar Gatot, hari ini, di gedung KPK.

Kader PKS itu mengaku ditanyakan seputar mekanisme dan prosedur dirinya sebagai calon Gubernur Sumut 2013-2018. Soal mekanisme pengusungan kandidat di PKS. "Kemudian ditanyakan soal aliran dana pemenangan dan itu saya jawab semuanya," ujar Gatot.Ditanya soal Luthfi yang melakukan acara safari dakwah DPP PKS di Medan, ia mengaku hanya menghadiri dalam acara formalnya. Dan menyatakan tak tahu menahu soal pertemuan di kamar Luthfi di Hotel Aryaduta Medan pada 11 Januari 2013 lalu.

Gatot juga membantah dirinya memfasilitasi kamar Luthfi di hotel itu dan kemungkinan adanya aliran uang dari Ahmad Fathanah saat Musyawarah Nasional (Munas) PKS di Medan. "Oh tidak, tidak. Nanti kita jelaskan (dalam pemeriksaan)," katanya.

Read 1907 times