Pelaksanaan Wisuda Sarjana Ke-58 IAIN Sumut Pelaksanaan Wisuda Sarjana Ke-58 IAIN Sumut

Medan - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara (Sumut) mewisudakan sebanyak 857 orang lulusan pada kegiatan Wisuda Sarjana Ke-58 di Kampus II IAIN Sumut, Jalan Williem Iskandar Pasar V  Medan Estate pada Rabu (22/5). IAIN Sumut telah mewisudakan ’34.041’ alumni yang telah berkiprah ditengah-tengah masyarakat baik dalam dunia keilmuan, sosial, politik, pemerintahan, maupun swasta.

Rektor IAIN Sumut, Prof Dr Nur Ahmad fadhil Lubis MA dalam sambutannya atas nama Civitas Akademik Keluarga Besar IAIN Sumut mengucapkan selamat datang kepada para hadirin di Kampus II IAIN Sumut serta berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadirannya untuk memenuhi undangan.

“Para anggota senat dan hadirin sekalian, inilah salah satu dari tiga kampus kebanggaan bersama kita, dan saya harap acara ini dapat memberikan nilai-nilai kebaikan dan keberkahan buat seluruh civitas akademika IAIN Sumut dan kita semua yang hadir,” bebernya.

IAIN Sumut berupaya menjadikan diri sebagai pusat keunggulan (center of excellence) bagi pengkajian, pengembangan, dan penerapan ilmu-ilmu keislaman pada tingkat nasional bahkan internasional.

“Lembaga pendidikan ini mengusung nilai-nilai keislaman dengan memperhatian standar kompetensi dan karakter bagi peserta didiknya. Karena itu pula maka pada wisuda kali ini kita mengambil tema ‘Sarjana IAIN Sumut Siap Menjadi Pelopor Perubahan Membangun Bangsa Yang Berkarakter’ dan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat kearah yang lebih baik serta memiliki keadaban,” jelas Fadhil.
 
Tidak hanya itu, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya era globalisasi sekarang mengharuskan IAIN Sumut mengembangkan paradigma akademik baru dalam bentuk kebijakan dan kegiatan akademik yang diperkirakan akan mampu mengantisipasi perubahan global yang sedang terjadi. Berbagai pandangan, dasar pemikir, dan pembuat keputusan, dan upaya pengembangan secara sistematik menjadi fokus perhatian dalam merumuskan arah kebijakan dan kegiatan akademik IAIN Sumut.

Fadil juga menuturkan bahwa pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat senantiasa didasarkan pada telaah kritis atau bukti ilmiah menuju pencapaian kompetensi untuk mewujudkan pengintregasian antara keilmuan dan keislaman. Dengan demikian berbagai kebijakan dan kegiatan akademik pada IAIN Sumut senantiasa mensintesiskan bidang keilmuan dan keislaman, sehingga pengintegrasian keilmuan dan keislaman dapat mewujudkan masyarakat madani yang berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam.

“Saat ini kita sedang memprogramkan bagi para tenaga pengajar kita untuk memperdalam wawasan sosial keagamaannya dengan berbagai penelitian dan kursus serta menjadi visiting profesor ke berbagai negara baik timur maupun barat sebagai upaya menggali lebih jauh perkembangan peradaban kemanusiaan, yang pada gilirannya akan menjadi kontribusi bagi pengembangan khazanah keilmuan dan keislaman di IAIN Sumut,” tuturnya.

IAIN Sumut terus melakukan upaya pembenahan dan pengembangan kelembagaan secara sistematis sesuai pencapaian target yang telah direncanakan. Sesuai dengan ketentuan terbaru dari Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sumut telah terjadi perubahan struktur organisasi kelembagaan IAIN Sumut yang terdiri dari organ pengelola, organ pertimbangan, dan organ pengawasan.

Pada masing-masing organ tersebut telah terjadi berbagai perubahan struktur yang diharapkan akan membuat semakin maju dan berkembangnya IAIN Sumut sebagai lembaga yang bertugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang meliputi program pendidikan akademik, vokasi dan/atau profesi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi keagamaan Islam dan Ilmu Umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fadhil mengungkapkan rencana besar  perubahan IAIN Sumut menuju UIN Sumut terus berproses dalam berbagai aspek. Hal ini dibuktikan dilingkungan IAIN Sumut telah terjadi perubahan nama pada tiap-tiap fakultas yakni Fakultas Tarbiyah dan keguruan, Fakultas dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam sementara Fakultas Ushuluddin dan Program Pascasarjana sebagaimana biasanya dan perubahan nama tersebut diikuti dengan beberapa perubahan dan perkembangan dalam masing-masing jurusan dan program studi yang dikelola masing-masing fakultas tersebut.

“Agenda besar dan jangka panjang yang sekarang sedang dilakukan, tentu tidakbisa hanya bertumpu kepada kekuatan internal lembaga semata. Oleh sebab itu, kami dari unsur pimpinan dan sekaligus keluarga besar IAIN Sumut mengharapkan dukungan baik moril maupun materil dari berbagai pihak baik pemerintah, swasta, para alumni IAIN Sumut, Dewan Penyantun dan juga seluruh lapisan masyarakat agar realisasi IAIN Sumut menuju UIN Sumut dapat segera terealisasi dengan baik,” ungkap Fadhil.

Tidak hanya itu saja, Fadhil juga menyampaikan bahwa IAIN Sumut juga tengah melakukan berbagai MoU dengan lembaga pemerintah maupun swasta dalam rangka meningkatkan mutu akademik, penelitian dan pengabdian. Hal ini dibuktikan dengan penandatangan MoU antara IAIN Sumut dengan Atase Agama Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi yang berada di Jakarta yang diantara materinya bantuan pembangunan gedung Pusat Bahasa Arab dan Kajian Islam.

IAIN Sumut mewisudakan 857 lulusan IAIN Sumut yang tersebar dalam 4 Fakultas serta Program Sarjana yang terdiri dari 69 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 220 orang dari Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, 325 orang dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 78 orang dari Fakultas Ushuluddin dan 162 orang untuk Program S2 dan 3 orang untuk Program S3 dari Program Pasca Sarjana.

“Jurhanuddin Siregar Bin Ahmad Sanusi Siregar dengan IPK 3,9 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Fakultas Dakwah Jurusan BPI, Nurhafizah Binti Mulkan Al-Hakim dengan IPK 3,9 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan PBI, M Loli Saragih Bin Oloansyah Saragih dengan IPK 3,9 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam Jurusan JS,Azizah Aftariany Ritonga dengan IPK 3,83 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Fakultas Syariahdan Ekonomi Islam D.III, Zulkifli S Bin Khiruddin dengan IPK 3,86 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Fakultas Ushuluddin Jurusan TH, Ali Mustafa dengan IPK 3,75 (Yudisium Terpuji) dari Program S2 Pascasarjana, Jurusan KI dan Anwarsyah Noor dengan IPK 3,65 (Yudisium Sangat Memuaskan) dari Program S3 Pascasarjana Jurusan AFI adalah nama-nama lulusan yang sangat berbahagia dengan dapat menyelesaikan studi secara sukses dan membanggakan karena merupakan wisudawan terbaik di Jurusan tempatnya masing-masing,” ucap Fadhil.

Seiring dalam perjalanan sejarah, IAIN Sumut telah mewisudakan ’34.041’ alumni yang telah berkiprah ditengah-tengah masyarakat baik dalam dunia keilmuan, sosial, politik, pemerintahan, maupun swasta. Diantara para alumni tersebut telah memberikan peran signifikan seperti kepala pemerintahan kota, pimpinan dalam berbagai lembaga legislatif dan tokoh-tokoh penting dalam lembaga yudikatif dan lainnya.

Fadhil berharap para alumni IAIN Sumut yang akan diwisuda nantinya dan alumni IAIN Sumut lainnya yang telah lebih diwisuda dapat mempercepat pembangunan nasional dan daerah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dan juga akan memberikan warna tersendiri bagi masyarakat terutama dalam menyemaikan nilai-nilai keagamaan khususnya dalam mengakngkat berbagai persoalan dengan mengedepankan etika dan moralitas.

“Kepada para wisudawan, kami berharap agar terus meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah dicapai selama ini di IAIN Sumut. Bagi yang baru menyelesaikan pendidikannya dalam tingkat strata yang terendah agar dapat melanjutkan kepada jenjang atau strata yang lebih tinggi dan yang telah melanjutkan diharapkan agar dapat mendarmabaktikan ilmunya untuk kepentingan umat manusia, agama, bangsa, dan negara,” tandas Fadhil.

(F-ta)

Read 751 times
Rate this item
(0 votes)
Published in informasi